GMMTV merupakan salah satu anak perusahaan produksi televisi dan agen bakat milik perusahaan konglomerat hiburan Thailand GMM Grammy, yang bernaung di bawah The One Enterprise. Perusahaan ini resmi didirikan pada 3 Agustus 1995 silam. Saat ini, GMMTV dinilai sebagai agensi terbesar di Thailand yang telah sukses memproduksi banyak program hiburan, drama, dan serial televisi. CEO dari agensi GMMTV sendiri adalah Tha Sataporn atau biasa disapa P’Tha

Baru-baru ini wawancara P’Tha bersama The Standard, dalam konten YouTube ‘The Secret Sauce EP.674’, pada Oktober 2023 lalu, kembali menjadi sorotan. Banyak poin yang dibahas dalam wawancara tersebut, seperti bagaimana seri Y (Boys Love) di Thailand, target audiens, model bisnis seri Y, cara mengembangkan seri Y dan ‘soft power’ yang dimiliki, serta banyak poin lainnya.

Namun salah satu yang menjadi sorotan adalah mengenai ‘Engagement Social Media’, yaitu tentang tingkat interaksi dan keterlibatan audiens (penggemar) dengan konten yang diunggah. Dalam wawancara itu P’Tha menjelaskan, bahwa saat ini penilaian serial Boys Love telah berubah dan tidak lagi diukur berdasarkan rating penonton. Sekarang fokus utama yang terlihat adalah terletak pada engagement, sehingga mampu mempengaruhi tawaran pekerjaan dan meningkatkan karier para aktor. Melalui pernyataan tersebut, maka dapat disimpulkan, bahwa perkembangan dan kesuksesan aktor serta serial Boys Love akan dipengaruhi oleh engagement yang dibuat oleh publik dan penggemar.

Tak disangka pernyataan tersebut kini mendapatkan respon pro kontra dari publik. Ada yang beranggapan, bahwa sedari dulu kebanyakan industri hiburan secara global, lebih sering memantau topik yang sedang tren dan engagement, sebagai daya tarik sebuah acara. Apabila hal itu bisa mempengaruhi para kreator untuk berkarya lebih baik, maka itu menjadi pengaruh yang baik pula.

Namun lebih banyak yang menyayangkan, apabila engagement di media sosial dijadikan sebagai patokan. Bagaimana mungkin perusahaan membebankan keseluruhan promosi artis pada para penggemar, melalui jumlah interaksi di media sosial, agar para idola mereka mendapatkan kesuksesan dalam karier.

Apalagi GMMTV disebut sering membuat penggemar kecewa, dengan kinerja mereka dalam memperlakukan para artis secara tidak setara. Mereka menuntut agar GMMTV lebih dulu memperbaiki kinerja perusahaan mereka dalam produksi serial, maupun pengelolaan para artis. Sebelum membebani para penggemar, yang sayangnya tidak semua penggemar bisa memiliki waktu secara penuh di media sosial.
.
.
Lalu bagaimana menurut kalian mengenai ini?