Sebelumnya pada Sabtu (13/12), Aktor Dunk Natachai dijadwalkan akan menghadiri acara bertajuk ‘Fan Party With Dunk Natachai Exclusively’, yang diselenggarakan oleh Shilla Duty Free, di Singapura. Tentu saja beberapa hari sebelumnya, para penggemar yang telah mempersiapkan banyak hal untuk bisa bertemu dengan Dunk.

Namun tanpa diduga, di hari yang sama, lebih tepatnya 4 jam sebelum acara dimulai. Pihak GMMTV mengumumkan, bahwa Dunk tidak bisa menghadiri acara tersebut karena keadaan yang tidak terduga, sehingga digantikan oleh Tay Tawan. Dunk dijadwalkan akan menghadiri acara Shilla Duty Free Singapore yang lain, dalam waktu dekat.

Sontak pemberitahuan tersebut membuat para penggemar terkejut, pasalnya satu hari sebelumnya Dunk telah mengabarkan melalui pesan siaran di Instagram, bahwa dirinya telah berada di bandara dan siap terbang ke Singapura. Bahkan beberapa foto Dunk yang sedang menunggu keberangkatan di bandara, telah beredar di media sosial. Tentu saja para penggemar mulai khawatir mengenai apa yang terjadi pada Dunk.

Meskipun demikian, para penggemar tetap memberikan dukungan pada Tay yang tengah menggantikan Dunk. Sampai akhirnya Dunk melakukan panggilan video saat acara berlangsung, hingga terkuak alasan pembatalan keberangkatannya dikarenakan adanya kendala dokumen. Dalam video tersebut Dunk berulang kali meminta maaf dan mengaku sangat merindukan penggemar. Ia juga mengaku sedih karena batal menghadiri acara, akibat permasalahan dokumen. Dunk juga meyakinkan, bahwa dirinya baik-baik saja dan berada di Bangkok.

Tentu saja hal itu kembali memicu amarah para penggemar, mereka menduga kendala dokumen tersebut disebabkan oleh kelalaian pihak agensi GMMTV. Pasalnya sehari sebelumnya, dalam acara lain Dunk mengaku, bahwa paspor miliknya masih berada di GMMTV, untuk pengurusan Visa Korea.

Menilik hal tersebut, beberapa penggemar mulai merasa tidak terima karena GMMTV tidak memberitahukan alasan sebenarnya melalui pengumuman resmi sebelumnya, dan membuat seolah Dunk yang membatalkan jadwal untuk urusan pribadi. Mereka juga menuntut perusahaan untuk lebih bisa bertanggung jawab atas dokumen-dokumen penting milik para Artisnya.

Cr X @.lvjdisc