Kasus pelecehan dan penyelewengan warisan yang dialami oleh Psi (Sai) Scott, oleh Kakaknya sendiri, yakni Pi Scott dan keluarga inti, yang merupakan bagian dari dinasti bisnis terbesar di Thailand, yaitu keluarga Bhirombhakdi, pemilik ‘SINGHA’ atau Boon Rawd Brewery, sudah tidak bisa lagi dianggap enteng dan angin lalu. Apalagi setelah sebelumnya, pihak keluarga Bhirombhakdi dianggap telah menggunakan taktik ‘SLAPP Law’ untuk membungkam media.

Publik jelas dibuat semakin marah, bahkan berencana untuk melakukan boikot besar-besaran terhadap produk-produk yang dinaungi oleh perusahaan raksasa tersebut.
Akhirnya pada Selasa (19/05), melalui media sosial CEO Boon Rawd Brewery, yakni Tae Bhurit Bhirombhakdi @tae_bhurit mengunggah surat pernyataan resmi. Pihaknya menyampaikan rasa simpati dan keprihatinan Psi, mereka juga menyatakan, bahwa kenadian tersebut telah memberikan dampak psikologis terhadap Psi sendiri, serta pihak-pihak terkait, anggota keluarga, hingga masyarakat luas. Mereka menentang dan tidak mendukung segala bentuk kekerasan dalam keluarga, baik itu berupa kekerasan fisik, verbal, intimidasi, maupun perilaku apa pun yang melanggar hak dan martabat orang lain.

Selain itu, pihak Boon Rawd Brewery membuat langkah tegas dengan resmi memberhentikan Pi Scott, yang merupakan terduga pelaku dari seluruh jabatannya di perusahaan. Pihaknya menegaskan akan bekerja sama penuh kepada instansi terkait dalam seluruh proses hukum.
Tak hanya itu, mereka juga mengunggah sebuah surat pernyataan yang ditandatangani oleh Pi. Surat itu menyatakan, bahwa ia merasa tidak nyaman dengan berita yang beredar dan meminta maaf kepada Grup Boon Rawd, serta keluarga atas dampak yang ditimbulkan. Pi juga menambahkan, demi menjaga keadilan bagi semua pihak, ia menyatakan berhenti dari seluruh tugas dan jabatan eksekutif di Boon Rawd Brewery serta seluruh anak perusahaannya, sampai masalah ini selesai dan terbukti dengan jelas kebenarannya.
Tentu surat pernyataan tersebut kembali mendapatkan respon kontra. Banyak dari publik yang menilai, bahwa pernyataan Pi masih dinilai arogan. Bahkan ia tidak meminta maaf atau menyebut nama Psi sebagai korban.