Tidak disangka permasalahan yang sempat menimpa Aktor Oat Pasakorn kini mendapatkan banyak perhatian dari banyak pihak, salah satunya adalah pembuat film ternama Aam Anusorn Soisa-ngim. Pada Senin (02/11), Aam membuat unggahan mengejutkan melalui Instagram pribadinya.
Ia menuliskan keterangan, “Jujur saja beberapa orang di BL mencintai uang Anda, tapi tidak menghormati Anda. Saya tidak menyerang penggemar!! Saya melindungi mereka.” Lalu dengan gamblang ia menuliskan, “Masalah sebenarnya bukan karena dia salah bicara di TikTok. Melainkan karena dia secara tidak sengaja mengatakan dengan lantang apa yang sebenarnya dipikirkan banyak orang yang ada di balik BL tentang penggemar, bahwa kalian hanyalah orang-orang yang membayar untuk fantasi, mudah ditertawakan, bukan orang yang perlu mereka hormati. Jadi, kalau dia bisa menjelek-jelekkan penggemar dan bahkan karakternya sendiri di depan umum, bayangkan apa yang mereka katakan saat siaran langsungnya dihentikan. Itulah bagian yang membuatku kesal. Ini bukan hanya ‘satu aktor yang bodoh’, tapi tentang budayanya. Para senior, orang-orang berkuasa, yang menjalankan acara ~ mereka meremehkan penonton yang sebenarnya memberi mereka makan. Mereka mengambil uangmu, suntinganmu, fan art-mu, streaming-mu… dan di balik layar beberapa dari mereka bicara seolah-olah penggemar itu menyedihkan. Itulah sistem yang kukecam. Bukan hanya dia. Ucapan ‘kami cinta penggemar kami’ di depan kamera dan ‘orang-orang ini mau beli apa saja’ di baliknya. Omong kosong itu yang harus dilihat.”

Aam sendiri merupakan seorang pembuat film, sutradara, dan penulis yang telah mengukir namanya di industri film independen. Aam telah banyak menjadi penulis skenario dan menjadi sutradara serial Boys Love, salah satunya adalah ‘2 Moons The Series’ dan ‘Till The World Ends’.
Karya Aam yang paling terkenal ‘Present Perfect’, yang diadaptasi dari film pendek aslinya pada tahun 2012. Film ini merupakan film Thailand pertama yang menerima dana dari pemerintah Hokkaido, Jepang, dan memenangkan beberapa penghargaan, termasuk Penghargaan Film Terbaik di Festival Film LGBTQ Amsterdam di Belanda.
Tentu saja tulisan Aam ini seperti membuka tabir kelam dalam industri hiburan Thailand, khususnya untuk produksi serial bertema LGBTQ+. Beragam respon memenuhi kolom komentar dan media sosial lainnya.
.
Lalu bagaimana menurut kalian?