Para penggemar hiburan Thailand pasti sangat familiar dengan Yadom, bahkan turut menggunakan dan mengoleksinya. Yadom sendiri merupakan inhaler herbal aromatik asal Thailand yang populer dan biasa digunakan untuk melegakan pernapasan, mengurangi mual, dan memberikan efek relaksasi.

Namun baru-baru ini penggemar dibuat terkejut oleh informasi, bahwa salah satu merek Yadom tersebut ditemukan gagal memenuhi standar keamanan karena kontaminasi mikroba, yakni Yadom Inhaler Herbal Merek Hong Thai 2. Hal ini diumumkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA), pada 20 Oktober lalu.

Uji laboratorium yang dilakukan oleh Departemen Ilmu Kedokteran menunjukkan, bahwa produk tersebut melebihi batas yang dapat diterima untuk Jumlah Mikroba Aerob Total, Jumlah Gabungan Khamir dan Kapang Total, serta kontaminasi Clostridium spp. Pengujian dilakukan pada sampel yang dikumpulkan dari lokasi produksi Hong Thai Commercial Herbal Products.

Pihak FDA menyatakan, bahwa produk yang terdaftar dengan nomor G 309/62 tersebut, tidak memenuhi standar kemurnian dan kualitas Kementerian Kesehatan Masyarakat tahun 2021, untuk produk herbal terdaftar. Batch yang terdampak adalah Lot nomor 000332, dengan tanggal produksi 9 Desember 2024 dan tanggal kedaluwarsa 8 Desember 2027.

Pihak FDA juga telah memperingatkan konsumen untuk menghindari pembelian atau penggunaan produk tersebut, dengan catatan bahwa produk tersebut dianggap tidak memenuhi standar berdasarkan Pasal 60 (2) Undang-Undang Produk Herbal B.E. 2562 (2019). Mereka yang kedapatan memproduksi produk tersebut dapat dihukum penjara hingga dua tahun dan denda hingga 200.000 baht, sementara mereka yang menjualnya dapat dihukum penjara hingga enam bulan dan denda hingga 50.000 baht. Pihaknya juga menyatakan, bahwa proses hukum terhadap produsen sedang dipertimbangkan.

Periksa Yadom milik kalian ya guys!

Source: Thai Enquirer