Siapa yang tak mengenal Gina Yeena Salas, ia merupakan salah satu Aktris senior Thailand yang telah memulai kariernya sejak tahun 2015 silam. Pada Rabu (13/08), Gina diwawancarai secara eksklusif oleh Mirror Thailand. Banyak hal yang menjadi poin wawancara dalam momen tersebut, seperti pengalaman Gina yang telah berkarier selama lebih dari 10 tahun. Ia juga ditanya mengenai pengalamannya yang sempat mengalami depresi selama 5 tahun lamanya.

Tak hanya itu, Gina juga ditanya bagaimana citra seorang Aktris yang mungkin diinginkan oleh para penonton dan bagaimana pendapatnya. Ia juga ditanyai mengenai penyakit batu empedu yang sempat dialaminya, sehingga membuatnya harus menjalani operasi dan kehilangan banyak berat badan. (Cek dokumentasi)

Namun ada salah satu poin wawancara yang cukup menarik perhatian, yakni ketika Gina ditanya mengenai bagaimana sikapnya ketika menghadapi kelompok anti penggemar, saat membintangi proyek drama ‘Laorchan’. Gina menjawab, “Ini sesuatu yang baru yang belum pernah saya temui sebelumnya, karena drama Thailand biasanya tidak punya anti-penggemar. Namun dalam kasus ini, ada sekelompok penggemar yang masih mencintai dan begitu protektif terhadap artis mereka sehingga mereka lupa, bahwa ini adalah sebuah kolaborasi dan sebuah kemitraan yang mengharuskan kami tetap bersama dan saling mendukung. Aku tidak menyalahkan mereka karena menjadi anti-ku, itu haknya, tapi aku hanya tidak ingin hal-hal ini memengaruhi pekerjaanku dan partnerku. Dia mungkin juga jadi merasa bersalah karena merasa aku tidak nyaman untuk dekat dengannya. Setiap kali kami bersama, kami jadi menghindari untuk dekat satu sama lain, namun di balik itu kami sebenarnya berteman.”

Lebih lanjut Gina juga mengatakan, “Misalnya saat peluncuran drama, saat kita menyeka keringat orang lain karena tidak ada orang lain di sana. Kami harus menjaga citra satu sama lain. Kami sebenarnya bisa mengabaikannya, kami tidak perlu melakukan apa pun untuk mereka, tetapi citra yang muncul mungkin tidak terlihat baik. Jadi intinya adalah peduli terhadap rekan kerja kita.

Perasaan yang kami rasakan adalah ‘menyesal’ karena tidak bisa menghasilkan karya yang bagus. Kami sudah berusaha keras, tetapi akhirnya, entah kenapa, semuanya tertahan. Ini tidak bisa dilakukan, itu tidak bisa dilakukan dan akhirnya tidak bisa mencapai hasil maksimal, yang menghalangi kami untuk memberikan yang terbaik. Namun kami mengerti bahwa basis penggemar kami berbeda. Jika kami mencoba menggabungkan semuanya, itu mustahil.”


Tentu saja poin tersebut menjadi fokus yang diamati oleh para penggemar, sontak hal itu juga menjadi pembicaraan di media sosial. Mereka menyayangkan dan mengecam adanya kelompok penggemar ‘toxic’, yang nyatanya mampu menghambat perjalanan karier artis itu sendiri. Mereka berharap hal buruk seperti ini, tidak terjadi lagi pada artis-artis lainnya.