Perang yang terjadi di perbatasan Thailand dan Kamboja semakin memanas, korban semakin banyak yang berjatuhan. Diketahui kedua belah pihak saling menuduh dan mengklaim, bahwa mereka bertindak untuk membela diri. Banyak pula publik figur yang mulai menyuarakan dukungan dan ucapan belasungkawa untuk para korban yang gugur.

Namun dampak kurang menyenangkan harus dirasakan oleh Aktris dan model cantik Mai Davika Hoorne. Davika dianggap telah merendahkan dan melakukan diskriminasi pada negara Kamboja. Hal ini diawali oleh Davika yang membagikan ulang unggahan dari Vogue Thailand, melalui cerita Instagramnya. Itu merupakan potret saat dirinya menghadiri acara ‘Bvlgari Aeterna High Jewelry’, di Siem Reap, Kamboja, pada bulan Februari lalu.

Dalam potret yang diunggah oleh pihak Vogue Thailand, pada 25 Juli lalu tersebut terdapat tulisan ‘2025 Cambodia’ di bagian bawah, yang secara kebetulan terletak di bagian kaki Davika. Unggahan tersebut lalu dibagikan oleh oknum tidak bertanggung jawab dan menggiring opini publik, bahwa Davika dengan sengaja mengedit tulisan tersebut agar nama negara Kamboja berada di bagian kakinya. Sontak hal itu memancing hujatan dari publik Kamboja, yang langsung memenuhi kolom komentar Instagram Davika.

Merespon situasi yang semakin memanas, akhirnya Davika memberikan klarifikasi melalui media sosialnya, pada Sabtu (27/07). Ia menuliskan, “Di tengah semua berita palsu di sekitar saya, saya ingin mengklarifikasi bahwa saya tidak mengedit atau menambahkan kata apa pun pada gambar tersebut. Saya tidak bermaksud mendiskriminasi siapa pun. Tolong berhenti menyebarkan kebencian.” Ia juga menambahkan bukti, bahwa pihak Vogue yang selalu menambahkan tulisan serupa di bagian bawah, saat dirinya berada di negara lain.
Tentu saja para penggemar Davika dan publik Thailand dibuat geram dengan tindakan oknum tersebut. Penggemar juga menyayangkan pihak Vogue Thailand, yang malah mematikan kolom komentar di unggahan yang berisi foto Davika. Pihaknya akhirnya hanya menuliskan ucapan belasungkawa dan rasa simpati atas situasi perang, tanpa memberikan pembelaan untuk Davika.

Sedangkan faktanya pihak Vogue Thailand yang selalu mengedit foto publik figur, dengan tulisan serupa sebelum diunggah di media sosial.
.
Sampai artikel ini diturunkan, unggahan klarifikasi milik Davika masih terus dipenuhi oleh komentar negatif dari publik Kamboja, mereka mempertanyakan mengapa Davika memilih mengunggah foto tersebut saat situasi perang dan ujaran kebencian lainnya. Namun para penggemar Davika tak tinggal diam, mereka terus menyuarakan dukungan dengan kalimat, “We Love Davika. Will Be By Your Side Defeat The Lies,” dan menjelaskan, bahwa ini bukan kesalahan Davika.