Sudah menjadi hal umum ketika sebuah fandom atau beberapa penggemar, melayangkan protes kepada pihak perusahaan ketika idola mereka mendapatkan perlakuan yang tidak seimbang atau ketika mereka mempertanyakan kejelasan mengenai proyek terbaru idola mereka. Namun hal itu tentu harus disampaikan dengan baik dan tidak melewati batas kesopanan.

Sayangnya kejadian tak menyenangkan tersebut harus dialami oleh salah satu sutradara di bawah manajemen GMMTV, yakni Jojo Tichakorn. Diawali oleh salah satu akun X (Twitter) penggemar @/1800fim, yang melayangkan protes mengenai proyek serial Girls Love ‘GIRLS RULES’ yang belum memiliki perkembangan lagi, setelah dikabarkan proses syuting masih tersisa 2Q. Namun akun tersebut menghina Jojo dengan sebutan ‘fag’ (Fag *Faggot* slur adalah istilah penghinaan yang sangat kasar dan ditujukan kepada laki-laki gay atau mereka yang dianggap tidak maskulin).

Jojo telah merespon cuitan tersebut dan mengatakan, “Aku adalah f*g dan aku bangga akan hal itu :). Aku hanya berharap mereka tahu jika sebenarnya tugas sutradara itu semuanya ada di balik layar. Tidak ada hubungannya dengan promosi. Ada banyak sutradara bahkan tidak memiliki media sosial. Sepertinya aku harus segera melakukan hal yang sama (menonaktifkan media sosial) demi kesehatan mentalku. Terima kasih ya buat semuanya.”

Selain itu ada pula akun X (Twitter) @/bponloop yang menuliskan, “P’jojo secara tidak langsung mengonfirmasi, bahwa kita tidak akan mendapatkan Girl Rules sampai bulan Maret 😆😆😆. @/GMMTV kenapa kalian tidak mengadakan 3-4 fanmeet lagi? Karena mereka kan punya waktu 😃😃.” Cuitan tersebut kembali direspon oleh Jojo, “Aku tidak mengonfirmasi apapun dan caramu mengatakan, bahwa saya tidak peduli dengan pekerjaanku benar-benar menyakitiku. Aku memulai proyek ini karena aku ingin melakukannya. Tidak ada yang memaksaku. Waktu perilisan bukan di bawah kendaliku.”

Setelah merespon semua itu, diketahui akun Sutradara Jojo telah deactive. Tentu saja cuitan tersebut menyulut amarah publik, mereka mengecam cara penyampaian kritik berisi hinaan pada Jojo, yang notabene merupakan bagian dari LGBTQ+.

Penggemar masih bisa menyampaikan kritik dengan baik tanpa menyerang personal maupun orientasi seksual seseorang.
.
Tak hanya publik, bahkan beberapa tokoh hiburan ternama, seperti vokalis Tilly Birds sekaligus sutradara film, yakni Third dan penyanyi Aran NP turut dibuat geram oleh ulah oknum tersebut yang telah menghina Jojo.
.
Diketahui akun @/bponloop telah meminta maaf melalui media sosialnya. Namun akun @/1800fim yang diketahui merupakan akun kedua dari akun utamanya, yakni @/filmracha1stfan telah deactive dan belum memberikan permintaan maaf.