‼️BACA KESELURUHAN DOKUMENTASI‼️

Pada 21 Agustus lalu, agensi dan rumah produksi Be On Cloud (BOC), secara mengejutkan mengumumkan proyek terbarunya yang berjudul ‘Buppha The Movie’. Proyek tersebut didukung oleh Content Thailand dan Ministry Of Culture. Mereka juga menggaet lima Artis ternama Thailand, yakni Apo Nattawin, Freen Sarocha, Engfa Waraha, Jes Jespipat dan Jazz Padung. ‘Buppha Rahtree (BUPPHA)’ sendiri merupakan sebuah waralaba film bertema horor, yang film pertamanya telah dirilis sejak tahun 2003 silam. Jadi ‘Buppha The Movie’ sendiri akan menjadi film keenam yang masih terkait dengan ‘Buppha Rahtree’, namun dengan alur dan karakter berbeda yang telah diadaptasi oleh BOC. Mereka menggandeng sutradara Ping Lumpraploeng dan akan memproduksi ‘Buppha The Movie’ sebagai film baru yang akan disesuaikan dalam versi lebih modern.

Namun di tengah kemeriahan tersebut, secara tiba-tiba muncul permasalahan mengenai hak cipta dari ‘Buppha The Movie’. Hal ini diawali oleh unggahan Instagram @/yuthlert.ig (Tom Yuthlert), yang merupakan pemilik asli dari naskah ‘Buppha Rahtree’, pada 23 Agustus lalu. Dalam unggahan tersebut ia menyatakan, bahwa dirinya adalah satu-satunya pemilik sah hak cipta ‘Buppha Rahtree’ dan tidak mengizinkan pembuatan sekuel atau remake apapun. Tentu saja pernyataan itu mengejutkan publik, hingga CEO dari BOC, yakni Pond Krisda menuliskan cuitan melalui X (Twitter), bahwa ia telah membayar kompensasi secara hukum atas penggunaan nama dan kerangka cerita tersebut, serta memiliki semua dokumen hukum yang diperlukan.

Belum selesai dengan itu, secara tiba-tiba muncul sebuah dokumen yang diunggah oleh akun X (Twitter) @/BadDirector_. Dokumen tersebut diduga berkaitan dengan hak cipta ‘Buppha Rahtree’ bertuliskan ‘CANCELLED’ di atasnya. Dalam dokumen tertera tanda tangan dari Yuthlert, FILM REPUBLIC Co., Ltd. (MIRIN SERVICE) selaku pembeli hak cipta, juga sutradara Ping sebagai saksi. Namun unggahan tersebut menuai kontra dari para penggemar karena yang diunggah hanya satu lembar saja.

Akhirnya pada Minggu (24/08), melalui media sosial BOC memberikan klarifikasinya. Pihaknya menyatakan, bahwa ‘Buppha The Movie’ akan dikembangkan sesuai dengan kontrak pembelian hak cipta yang telah ditandatangani dan ditegakkan berdasarkan hukum. Film tersebut juga akan ditayangkan sebagai film yang benar-benar baru dan bukan sekuel dari ‘Buppha Rahtree’. Selain itu, pihaknya juga mengatakan, bahwa dokumen yang tersebar bukanlah kontrak yang berlaku saat ini dan tidak mengikat secara hukum terhadap proyek ini. Pihaknya akan mempertimbangkan tindakan hukum bagi pihak-pihak yang dengan sengaja ingin menimbulkan kerugian.


.
Menyusul klarifikasi BOC, pada Senin (25/08), Yuthlert kembali mengunggah sebuah pernyataan kuat melalui Instagram. Ia tidak terima karena merasa dituduh tidak profesional dan diancam oleh pihak BOC. Ia juga menceritakan seluruh alur penandatanganan kontrak tersebut sejak awal dengan mengaku, bahwa semuanya dimulai antara dirinya dan sutradara Ping. Ia secara tegas menyatakan, bahwa BOC dilarang menggunakan nama ‘Buppha’, bahkan memberikan peringatan jika BOC masih bersikeras, maka penjara akan menanti.


.
Setelahnya akun @/BadDirector_ kembali mengunggah sebuah skenario yang diduga berisi percakapan Yuthlert dan Ping. Namun akhirnya Ping memberikan respon melalui akun Facebook miliknya, bahwa ia berani bersumpah tidak pernah mengatakan hal seperti yang disebutkan. Bahkan ia menantang akun tersebut untuk pergi ke kuil bersamanya.