Serial Girls Love ‘Love Design’ merupakan serial yang disutradari oleh Fuse Kittisak. Serial ini dibintangi oleh Kao Supassara dan Jane Methika, menceritakan tentang seorang Arsitek yang pernah mencuri hasil karya seseorang, namun dipertemukan kembali dalam suatu pekerjaan sampai akhirnya harus memilih antara cinta dan dendam.

Namun baru-baru ini, sebuah ironi harus terjadi pada serial tersebut. Pasalnya kasus plagiarisme tidak hanya tertuang di dalamnya, namun juga terjadi di luar plot cerita. Hal ini terjadi, akibat komposisi instrumen piano soundtrack serial ‘Love Design’ karya James N. Navarak yang berjudul ‘Love Through The Frame’, diduga merupakan hasil plagiat dari salah satu karya musik komposer asal Jepang, yakni Akira Kosemura ‘Main Theme (from Konatsu And Hiyori)’.

Kasus ini bermula ketika salah satu penggemar pemilik akun X (Twitter) @/camilanizer menyadari adanya kemiripan dalam dua karya musik tersebut. Ia akhirnya memilih melakukan konfirmasi secara langsung pada Akira, melalui pesan Instagram. Dalam pesan tersebut Akira menjawab, “Ya, saya tahu itu. Dia mengakui menggunakan komposisi saya untuk lagu tersebut. Saya memintanya untuk menambahkan nama saya di kredit, tetapi sampai sekarang belum ditambahkan… sedih.” Dia juga berharap karyanya bisa mendapatkan apresiasi yang layak meskipun berbeda negara. Namun sejak serial ditayangkan pada bulan Januari lalu, hingga bulan Mei ini, kredit nama Akira belum juga ditambahkan.

Tentu saja hal itu menimbulkan kecaman dari publik, mengingat serial tersebut juga menceritakan tentang buruknya sebuah tindakan plagiarisme. Akhirnya pada Jum’at (15/05), melalui media sosial pihak VELCURVE Studio memberikan klarifikasinya.

Pihaknya mengakui, bahwa lagu tersebut terinspirasi dari karya Akira Kosemura selama prosesnya. Pihaknya juga menyatakan, adanya kesepakatan pembagian royalti antara Komposer Akira dan James sebesar 50/50 sejak bulan Januari lalu. Sedangkan mengenai kredit nama Akira, VelCurve Studio mengakui adanya keterlambatan dalam administrasi dan sedang bekerja sama dengan pihak distributor, untuk memperbarui nama pencipta dan hak cipta di seluruh platform streaming musik secepatnya.

Selain itu, pihaknya juga berterima kasih atas pengertian Akira serta masukan dari publik, sekaligus meminta maaf atas kelalaian yang terjadi.