Pembuat film Aam Anusorn Soisa-ngim kembali membuat gempar dengan pernyataannya melalui Instagram, pada Kamis (08/01). Dalam unggahannya ia menuliskan, “10+ tahun berkecimpung di BL mengajari saya ini: Fanservice dan ‘kepribadian idola’ (panggilan penggemar, bts, momen pasangan) seringkali merupakan pemasaran yang dirancang agar terasa intim sehingga penggemar terikat dan mau mengeluarkan uang. Saya tidak menyerang para aktor. Saya mengkritik sistemnya dan sebagai kreator independen, saya hampir tidak mendapatkan dukungan nyata. Orang-orang menjanjikan bantuan, lalu menggunakan nama saya untuk mendapatkan kredit. Saya sudah muak berdiam diri. Maaf, tapi tidak menyesal.”

Dalam video yang ia unggah, Aam juga menuliskan, “Mereka semua berhak untuk tahu…” Tak hanya itu, ia juga membeberkan beberapa poin mengenai Y Series (Boys Love) dan sistemnya, seperti kepribadian yang ditunjukkan oleh para Aktor di depan kamera dan di seluruh konten, bukan seluruhnya kepribadian asli mereka. Penggemar tidak perlu terlalu memahami bahasa Thailand dan cukup menontonnya dalam waktu lama, untuk mengetahui, bahwa itu tidak alami.

Aam mengatakan, bahwa para Aktor biasanya diciptakan dan dibentuk oleh tim pemasaran untuk membangun keterikatan parasosial dengan penggemar. Namun ia tidak mengatakan, bahwa semua Aktor tersebut adalah robot yang hanya peduli dengan uang dan tidak peduli dengan penggemar, karena menurutnya masih ada Aktor yang memang tulus kepada para penggemarnya.

Ia juga mengatakan, “Anda bisa menyebutkan aktor BL favorit Anda dan berkata, ‘Yah grup ini tidak seperti itu. Mereka jauh lebih jujur tentang apa yang mereka bla bla’. Tidak! Setiap serial BL, termasuk serial saya sendiri, dibangun berdasarkan kontrak dan dalam kontrak ini tertulis dengan jelas, bahwa semua aktivitas penggemar ini adalah tindakan pemasaran.” Aam juga menambahkan, jika penggemar ingin menghabiskan uang untuk mereka, itu terserah penggemar, tetapi ia meminta agar penggemar memahami satu hal, bahwa ini hanyalah pekerjaan para Aktor tersebut.

Bagaimana menurut kalian?

Note : Tolong dipahami lagi ya teman-teman, karena Mimin lihat banyak yang masih gagal paham sama konteksnya. Phi Aam Anusorn ini Director, Filmmaker juga Screenwriter yang sudah berkecimpung di dunia entertainment sejak lama. Dia ini bukan orang baru di industri ini dan bukan baru mengetahui tentang sistem FANSERVICE dan yang lainnya, di sini dia hanya menjelaskan, MENEGASKAN ULANG dan MENYADARKAN, karena nyatanya di era ini masih banyak penggemar yang ‘buta’ dan ‘denial’ sama sistem ini, sehingga masih banyak muncul toxic behavior ke para Artis. Apalagi tidak bisa dipungkiri kalau semakin ke sini, makin banyak fanservice yang semakin menjadi dan melewati batas, dia hanya tidak mau penggemar yang ‘belum sadar’ ini menjadi korban.