Pada Selasa (17/03), grup media massa terkemuka di Thailand MATICHON.CO.TH merilis sebuah artikel berisi wawancara mereka dengan CEO GMMTV, Tha Sataporn atau yang kerap disapa P’Tha. Artikel tersebut membahas mengenai strategi di balik kesuksesan GMMTV, yang kini disebut sebagai agensi dan perusahaan produksi konten ternama dan terbesar di Thailand.

P’Tha mengatakan, bahwa GMMTV tidak pernah menargetkan untuk mencapai posisi tertentu. Selama ini mereka hanya ingin fokus memberikan kebahagiaan secara maksimal kepada penonton, dengan mencoba hal baru dan berusaha memberikan yang terbaik untuk penggemar sebagai strategi utama. Menurutnya, untuk membuat seorang Artis menjadi terkenal sudah bukan menjadi hal yang sulit. Namun yang sulit adalah bagaimana mereka bisa tetap terkenal dalam jangka waktu yang panjang.

Setiap Artis yang bergabung, mereka akan diberitahu, bahwa mereka akan dilatih banyak hal, seperti Akting, menari, menyanyi atau menjadi seorang MC. Sesuai dengan citra Artis GMMTV yang dipandang serba bisa. Bukan hanya mengandalkan wajah yang cantik dan rupawan, namun juga memiliki karakter dan kemampuan.

P’Tha mengaku, bahwa ia menerapkan konsep seperti sebuah ekosistem, seiring dengan bertambahnya jumlah Artis. Mereka bisa tumbuh bersama dan saling belajar, serta saling membantu dan mendukung, sehingga bisa memberikan banyak pilihan bagi klien maupun Brand. Ia juga menekankan, bahwa selalu mengedepankan keadilan dalam pemilihan Artis untuk suatu pekerjaan. Sesuai dengan kemampuan dan karakter, serta kecocokan dengan pekerjaan tersebut. Mengenai ‘KHOOJIN’ (pasangan fiktif), P’Tha mengaku tidak pernah memberikan peraturan yang baku. Kemistri mereka selalu tumbuh dengan cara yang alami, setelah saling bertemu dan mengenal. P’Tha mengatakan, jika Artis sudah merasa nyaman dan bahagia, biasanya mereka sudah tidak mau berganti pasangan.

Kini menjadi salah satu bagian dari ‘Soft Power’ Thailand juga bukan menjadi tujuan utama dari GMMTV, mereka hanya fokus memberikan konten yang terbaik.

Salah satu strategi yang dianggap sangat berhasil adalah munculnya Maskot dengan model keluarga bersama para orang tuanya. Mereka diceritakan lahir dari Papa-Papa dan Mama-Mama, kemudian membantu mencari pendapatan secara harfiah, karena ketika mereka pergi bekerja, maka para orang tuanya juga mendapatkan pembagian dari pendapatan itu. P’Tha mengatakan, bahwa para Maskot kini juga dilatih menjadi Artis sungguhan, dengan kepribadian yang mirip orang tuanya agar menjadi keluarga yang hidup. Mereka juga dilatih agar bisa berbicara, bernyanyi dan bisa memiliki Fan Meeting sendiri.
.
.
Source: Matichon Online