Setelah sebelumnya ramai dibicarakan terkait kostum dan budaya dalam serial ‘Scarlet Heart’ yang seperti negara lain, akhirnya pada Jumat (23/10), GMMTV merilis pernyataan resmi terkait hal tersebut. Dalam pernyataan resminya, GMMTV mengucapkan terima kasih kepada penggemar yang telah berbagi perspektif dan materi yang ditampilkan dalam serial ‘Scarlet Heart’.

GMMTV memahami kekhawatiran yang muncul dan menegaskan pentingnya merepresentasikan budaya secara tepat serta penuh rasa hormat. Perusahaan juga mengklarifikasi jika kota Ullavee (atau juga disebut sebagai kota Al-Rawi atau Al-Wawi) merupakan kota fiksi yang diciptakan oleh tim produksi untuk serial ini. Tim produksi telah melakukan berbagai riset dan mengembangkan untuk berbagai elemen. Desain yang ada dalam serial mengambil inspirasi dari berbagai keragaman dan keindahan tradisi senin dan budaya Lanna, Thailand, Tionghoa dan Myanmar, yang telah diinterpretasi dan diadaptasi untuk membangun kota, Ullavee.

GMMTV juga menegaskan bahwa budaya Myanmar merupakan salah satu sumber inspirasi yang dikagumi oleh tim produksi, bersama dengan budaya lainnya. Mereka menghormati nilai dan asal usul setiap budaya serta tidak bermaksud menampilkan semua elemen dalam serial ini sebagai bagian dari budaya Thailand. Kota fiksi, Ullavee, diciptakan dari berbagai keragaman budaya dan komitmen menggambarkan dengan hati-hati.

Terakhir, perusahaan dengan tulus meminta maaf atas kekhawatiran yang timbul dari penggambaran unsur budaya dalam serial ini. Tak lupa juga mengucapkan terima kasih kepada semua penggemar karena telah berbagi perspektif dan referensinya. Mereka juga menegaskan komitmennya untuk menghormati nilai dan asal-usul setiap budaya yang menjadi inspirasi dalam karya yang akan diproduksi.