Menjadi seorang publik figur memang tidak mudah, terkadang mereka harus bisa mengontrol apapun yang mereka lakukan di hadapan publik. Seperti yang baru-baru ini terjadi pada Aktris cantik Lingling Sirilak Kwong. Kejadian tersebut terjadi saat dirinya menggelar Fan Meeting pertamanya di Chongqing, China.

Hal itu pertama kali disuarakan oleh akun X (Twitter) @/nantionai, pada 29 Juni lalu, yang mengunggah video Lingling saat diminta untuk memperagakan salah satu peran. Namun Lingling yang memakai jaket, kacamata hitam dan payung itu, terlihat berpura-pura menjadi seorang tuna netra. Tentu hal itu menuai beragam respon, banyak yang mengecam tindakan Lingling karena dianggap mengejek penyandang disabilitas. Tak sedikit pula penggemar yang meminta publik tidak asal menilai sesuatu dari potongan klip saja.
Akhirnya pada 30 Juni, akun tersebut kembali mengunggah video dalam versi panjang, yang semakin mengundang banyak respon dari publik. Beberapa menyayangkan tindakan yang dilakukan Lingling, namun banyak pula yang menganggap akun tersebut mencoba menggiring opini negatif publik kepada Lingling.

Menanggapi situasi tersebut, akhirnya di hari yang sama Lingling merilis permintaan maaf melalui akun X (Twitter). Dalam pernyataan tersebut Lingling menuliskan, bahwa ia tidak pernah bermaksud mengejek penyandang disabilitas visual dengan cara apapun. Namun Lingling menyadari, bahwa tindakannya sangat tidak bijaksana, terutama dalam posisinya sebagai figur publik yang seharusnya memberikan contoh positif bagi masyarakat. Lingling dengan tulus meminta maaf kepada semua orang yang mengalami gangguan penglihatan dan semua orang yang merasa tersakiti oleh situasi ini.

Tak selesai sampai di situ, fakta lain terungkap. Pasalnya akun @/nantionai diketahui merupakan akun pembenci yang sering menyerang Lingling secara online. Selain itu muncul akun ‘Jiuwo’, yang merupakan pemilik video asli pertama, menuntut akun @/nantionai karena telah mencuri video miliknya dan menggunakannya untuk niat buruk, sehingga individu yang bersangkutan mengalami kerugian.