Kasus dugaan penganiayaan yang dialami oleh penyanyi Peck Palitchoke terus bergulir. Setelah sebelumnya rekaman CCTV resmi dirilis dan menunjukkan, bahwa ternyata Peck berada di bawah pengaruh alkohol dan terlihat tidak bisa mengontrol emosinya. Bukti lain kembali terungkap dari pemilik akun Facebook ‘Pook Sukonta Berthebaud’.

Melalui unggahan Pook mengungkapkan, bahwa sebelum menaiki kap mobil pickup, Peck terlebih dulu terlihat mengamuk dan naik ke atas kap sebuah mobil taksi. Menyusul unggahan tersebut, akhirnya media berhasil mewawancarai salah satu saksi, yaitu seorang satpam yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Menurut keterangan dari saksi terungkap, bahwa mobil Peck diparkir di sebelah halte bus di depan desa yang berada dekat dengan pom bensin. Peck juga sempat tertidur di halte bus tersebut sebelum datang menghampirinya, namun Peck mulai berteriak sambil berjalan dan menghentikan sebuah taksi. Ia lalu berteriak sehingga satpam tersebut mencoba menghentikannya, tetapi ia malah dimarahi oleh Peck.

Setelah keterangan saksi tersebut beredar, akhirnya Pook mengunggah bukti foto saat Peck terlihat naik di atas kap mobil taksi. Tak hanya itu, muncul juga rekaman dari CCTV lain, yang menunjukkan kondisi Peck yang mabuk berat dan berjalan sempoyongan bersama satu orang lain.

Sampai saat ini belum ada keterangan resmi mengenai kelanjutan kasus yang dialami oleh Peck. Namun pada Senin (04/08), pihak GMM Grammy dan White Music Label kembali mengunggah pembaruan mengenai keadaan Peck. Diketahui Peck telah menjalani operasi dan kondisinya belum benar-benar pulih. Pihak rumah sakit memberitahukan, bahwa tidak banyak pengunjung yang diizinkan masuk untuk memungkinkan Peck beristirahat sepenuhnya. Tentu saja kabar tersebut direspon beragam oleh publik. Mereka menuntut perusahaan juga segera memberikan pembaruan dan menindaklanjuti mengenai kelanjutan kasus tersebut, karena dianggap mulai menjadi serius.
Tak hanya itu, akibat dari insiden tersebut, konser Peck bertajuk ‘PECK PALITCHOKE FOREVER LOVE CONCERT’, yang seharusnya diselenggarakan pada tanggal 16 Agustus mendatang, terpaksa ditunda.