!! MOHON MAAF ATAS KEKELIRUAN PENULISAN ARTIKEL SEBELUMNYA. TIDAK ADA NIAT UNTUK MEMOJOKKAN PIHAK MANAPUN !!
Beberapa waktu belakangan ini, penggunaan isyarat tangan yang menandakan ‘minta tolong’, sedang ramai menjadi perbincangan di dunia hiburan Thailand.

Hal ini diawali oleh salah satu cerita Instagram milik salah satu Aktor di bawah manajemen GMMTV, yakni Force Jiratchapong, bersama dengan Win Metawin yang menggunakan isyarat tangan tersebut sebagai tren. Hal itu mendapatkan gelombang kritikan dari publik, yang menyayangkan tindakan tersebut karena dianggap tidak pantas dijadikan sebagai tren maupun candaan.
Namun setelah ditelusuri lebih jauh diketahui, bahwa sebelumnya telah banyak selebritis Thailand yang melakukan hal serupa sebagai tren. Beberapa di antaranya, sayangnya didomisili oleh Artis di bawah manajemen GMMTV, seperti Tu Tontawan, Love Pattranite, Milk Pansa, Janhae Ployshompoo, Bonnie, Emi Thasorn, Fourth Nattawat, Gemini Norawit, Aou Thanapoom, Sky Wongravee, Nani Hirunkit, Namtan Tipnaree, Film Rachanun dan masih banyak lagi, yang berasal dari luar agensi GMMTV.
Menanggapi banyaknya kecaman dan teguran dari publik, Artis-Artis tersebut akhirnya menuliskan permintaan maaf, melalui akun X (Twitter) masing-masing. Diawali oleh Tu Tontawan, yang mengunggah permintaan maaf, pada Kamis (16/07). Tu mengakui, bahwa ia keliru memahami dan kurangnya kesadaran serta pemahaman, tentang penggunaan isyarat tangan tersebut. Ia juga meminta maaf kepada seluruh pihak-pihak yang dikecewakan karena perilakunya tersebut.

Menyusul cuitan Tu, beberapa Artis GMMTV lain yang bersangkutan sebelumnya, akhirnya ikut menuliskan permintaan maaf serupa, di masing-masing akun mereka. Mereka meminta maaf dan mengakui kekeliruan, atas penggunaan gerakan yang dilakukan sebagai tren. Mereka juga berterima kasih karena penggemar telah menegur terkait hal tersebut.
Permintaan maaf para Artis tersebut masih mendapatkan respon pro kontra, namun lebih banyak yang berharap agar mereka bisa lebih belajar memahami dan memiliki kesadaran mengenai hal-hal sensitif yang terjadi di sekitar.