Pada wawancara sebelumnya, Psi (Sai) Scott secara eksplisit menyatakan, bahwa ia tidak ingin menggunakan metode ‘SLAPP Law’ untuk menyelesaikan kasus yang tengah ia alami, Psi ingin menyelesaikan kasus tersebut, murni dengan keadilan hukum pidana, bukan dengan membungkam suara publik. ‘SLAPP Law’ sendiri merupakan istilah hukum untuk tuntutan pidana atau gugatan perdata yang sengaja diajukan oleh pihak yang lebih berkuasa untuk mengintimidasi, dan membungkam korban maupun media, dengan cara membebani mereka dengan biaya yang fantastis agar korban menyerah.
Namun sebaliknya, publik khawatir jika taktik ini akan digunakan oleh keluarga internal dinasti bisnis terbesar di Thailand, yaitu keluarga Bhirombhakdi, yang merupakan pemilik ‘SINGHA’ atau Boon Rawd Brewery, untuk membungkam dan menghentikan Psi.
Belum selesai kekhawatiran publik dan hal itu benar-benar terealisasi, bertepatan dengan Psi yang diundang dalam acara ‘โหนกระแส (Hone Krasae)’, pada Senin (18/05). Seperti yang diketahui, bahwa biasanya dalam acara tersebut, semua permasalahan akan dikuliti habis-habisan. Namun secara mendadak NBTC (Komisi Penyiaran dan Telekomunikasi Nasional) Thailand, mengirimkan surat ke setiap program agar berhati-hati dalam menyajikan konten untuk kasus yang dialami Psi. Hal ini menyebabkan program ‘Hone Krasae’ tidak bisa bertanya secara mendalam. (Cek dokumentasi untuk isinya).

Psi mengungkapkan, bahwa keluarganya benar-benar menggunakan ‘SLAPP Law’ untuk menggugatnya. Masalah ini bermula ketika sebelumnya dalam sebuah acara televisi lain berjudul ‘ตีท้ายครัว’, Psi mengatakan, bahwa Ibunya mempekerjakan kembali pengasuh yang pernah meleceharkannya, sehingga Ibunya merasa Psi telah merusak nama baik keluarga. Psi menunjukkan sebuah pesan yang berisi, “Sai, kamu tidak boleh lagi membicarakan tentang Ibu atau Pi ya. Sekarang semua orang sudah tahu ceritanya. Masalah ini seharusnya selesai sesuai kesepakatan yang ditandatangani saat berjanji akan memberimu uang setiap tahun.” Psi mengaku, bahwa orang-orang di keluarga Bhirombhakdi berniat menggugat Psi karena kasus ini.
Psi juga mengungkapkan, bahwa ia sudah mencoba untuk meminta bantuan dari keluarga yang lain, seperti paman-pamannya, namun tidak ada satupun yang memberi tanggapan. Salah satunya justru memaksa Psi untuk meminta maaf pada Ibunya. Namun dalam acara tersebut, Psi secara tegas mengatakan, “Kalian mungkin berpikir bahwa kalian bisa menyakiti aku sekali lagi, tetapi aku bukan lagi laki-laki yang bisa kalian sakiti.”
.
Psi juga memberikan tanggapan mengenai permintaan maaf Mild dan kecaman yang diterima oleh Istri dari kakaknya tersebut. Psi meragukan, bahwa tindakan Mild bisa membantu dalam kasus ini. Namun ia menyatakan, “Masalah ini bukan tanggung jawab Mild, karena Mild adalah orang yang menikah dan masuk ke dalam keluarga ini. Dia mungkin benar-benar tidak tahu apa-apa. Tidak ada laki-laki yang akan pergi memberi tahu Istrinya, bahwa ia telah melakukan hal seperti itu di masa lalu. Orang yang harus keluar dan bertanggung jawab adalah Pi, Ibu, serta orang-orang dewasa lainnya di dalam keluarga yang tidak melakukan tindakan apa pun setelah tahu semuanya.”
.
Bahkan secara tegas Psi mengatakan, “Berhentilah membiarkan istrimu menanggung beban dari apa yang telah kamu perbuat!”
.
Tentu hal ini membuat publik semakin geram, bahkan gerakan boikot untuk produk ‘SINGHA’ mulai disuarakan. Mereka tidak menyangka, dinasti tersebut terang-terangan melakukan pembungkaman. Mereka akan terus mendukung dan mengawal kasus Psi, agar segera mendapatkan keadilan.
IG https://www.instagram.com/p/DYeVCSrk8FV/?img_index=1